#Artikel 2 #Dakwah

Tanpa Embel-Embel Agama, Ini yang Dilakukan Muhammadiyah untuk Masyarakat Lereng Gunung Bromo

bromo

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) Muhammad Solihin mengatakan, da’i Muhammadiyah harus mengenal terlebih dahulu kondisi dan situasi masyarakat setempat, sebelum melakukan dakwah. Jika bisa mengenal dengan baik kondisi kultural masyarakat, maka dakwah akan menjadi lebih efektif.

“Misalnya, daerah itu bermasalah dengan ekonomi, ya kita lakukan dakwah dengan melakukan pemberdayaan ekonomi. Juga dengan memberikan bantuan. Misalnya ada problem kesehatan, kita bisa melakukan kegiatan pengobatan gratis kerja sama dengan rumah sakit. Bisa juga mengadakan khitanan massal, bagi sembako dan lainnya. Kalau ada masyarakat kurang mampu yang ingin sekolah, kita carikan beasiswa,” tuturnya.

“Dakwah-dakwah yang seperti itu sudah banyak dilakukan oleh para dai dan aktivis Muhammadiyah. Contohnya kawan-kawan yang dakwah di lereng Gunung Bromo. Di Lumajang itu kawan-kawan banyak cerita. Di sana, mereka melakukan pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan usaha. Pada waktu Idul Adha, mereka bagi-bagi daging untuk semua warga. Bukan hanya untuk muslim saja. Begitu juga dengan bagi-bagi zakat. Tak memilih Islam atau tidak, semua diberi. Jadi dakwah kita kepada semua orang,” sambungnya.

Sholihin menyampaikan, para kader Muhammadiyah tersebut tidak pernah mengajak masyarakat lereng Gunung Bromo untuk menjadi anggota Muhammadiyah. Mereka hanya berupaya memberikan manfaat untuk para warga. Dengan demikian, banyak yang merasa mendapat dampak positif dari kehadiran Muhammadiyah. Sehingga, mereka yang awalnya tidak tahu dan tidak simpati, lama-lama menjadi senang dengan Muhammadiyah.

“Kalau tidak seperti itu, tidak bisa masuk. Jadi harus dikemas dengan hal-hal yang membuat masyarakat nyaman. Dakwah kita adalah menjadi solusi terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan apa yang kita inginkan. Kalau masyarakatnya lapar ya jangan diceramahi, tapi harus membawakan sembako. Jadi tidak diceramahi terus,” ujar dia.

Begitu pula saat ada warga yang terdampak bencana. Muhammadiyah tidak hanya berceramah memberikan motivasi agar mereka bersabar. Tapi, para kader Persyarikatan turun langsung ke lapangan membawa bantuan. “Seperti yang pernah kita (Majelis Tabligh) lakukan saat terjadi bencana tanah longsor di Pacitan. Kami bawakan seribu paket sembako bagi warga terdampak,” katanya. MTN

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *